KOMUNIKASI MASSA DAN SOSIOLOGI MEDIA MASSA
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI MASSA DAN SOSIOLOGI MEDIA MASSA
Pada
hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, yang tidak terlepas dari interaksi
dan komunikasi. Komunikasi adalah sebagai kebutuhan yang paling utama yang
dimiliki setiap individu untuk berinteraksi. Sebagai mahkluk sosial, tentunya
manusia berhubungan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tanpa
kita sadari semenjak kita dilahirkan, kita sudah bisa berhubungan dengan
lingkungannya seperti halnya gerak dan tangis yang pertama kita ditidak sadari adalah tanda komunikasi. Setiap manusia 80 %
dari awal waktu bangun dipergunakan untuk berkomunikasi , seseorang dapat
dikatakan berhasil karena adanya keterampilan berkomunikasi. Begitu sebaliknya
apabila kita kurang dalam keterampilan dalam berkomunikasi, akan berdampak pada
perkembangan kepribadian manusia.
A. Konsep
Dasar Komunikasi Massa
1. Pengertian
Komunikasi Massa
Menurut
Josep A. Devito ( 1979 ) komunikasi massa adalah komunikasi yang ditunjukan
kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti
bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang mendengarkan
radio, agaknya ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar
untuk didefinisikan. Menurut penjelasan dari Devito bisa kita simpulkan secara
singkat bahwa komunikasi massa adalah pesan yang di sampaikan melalui media
massa pada sejumlah besar orang.
2. Dimensi
Komunikasi Massa
Konsep
media massa adalah suatu proses sebuah institusi media massa yang akan menyerbarluaskan
pesan kepada public atau masyarakat yang mungkin pesan itu akan dicari,
digunakan, dan dikonsumsi oleh banyak masyarakat . dalam komunikasi massa
tentunya memiliki 2 dimensi yang sudah dianalisis, berikut 2 dimensi tersebut :
a. Dimensi
yang pertama adalah memandang sisi media kepada masyarakat luas beserta
institusi nya . pandangan ini bisa dijelakan keterkaitannya antara media dan
institusi lainnya seperti halnya politik, penidikan agama, ekonomi dan
sebagainya. Teori ini menkaji posisi kedudukan media dan masyarakat yang akan
mempengaruhi antara kedudukan masyarakat dengan media.
b. Dimensi
yang kedua adalah hubungan media dan audiens baik secara individu maupun
kelompok. Teori ini bisa menekan pada efek yang terjadi dalam suatu individu
maupun kelompok sebagai hasil interaksi dari media dan audiens.
Dan
bisa disimpulkan dimensi tersebut adalah bahwa komunikasi massa adalah kegiatan
suatu kelompok maupun individu yang memproduksi pesan dan menyebarluaskan
pesasn untuk disebarkan ke masyarakat yang sifat nya bisa anonim, heterogen dan
tersebar .
3. Karakteristik
Komunikasi Massa
Pada
dasarnya karakteristik komunikasi massa memilki banyak versi dari para ahli komunikasi. Menurut Elizabeth Noulle Neuman (
Rahmat, 1989 ) ada 4 tanda pokok komunikasi massa antara lain :
I.
Komunikasi massa bersifat tidak langsung .
II.
Komunikasi massa bersifat satu arah.
III.
Komunikasi massa bersifat terbuka.
IV.
Komunikasi massa memilki public yang
secara geografis tersebar.
Namun
komunikasi massa memilki ciri – ciri lebih spesifik, antara lain :
a. Komunikator
Bersifat Melembaga
Komunikator
yang dimaksud didalam ini adalah bahwa dalamkomunikasi massa tidak hanya satu
orang saja yang berperan melainkan kumpulan orang. Yang dapat diartikan bahwa komunikator
dalam komunikasi massa adalah sebuah organisasi sosial yang memproduksi pesan
dan mengirim pesan kepada banyak orang atau secara serempak ke sejumlah
masyarakat yang banyak ataupun terpisah. Sedangkan komunikator dalam komunikasi
massa adalah media massa antara lain surat kabar, televisi, radio, majalah dan
lain sebagainnya.
b. Komunikan
Bersifat Anonim dan Heterogen
Komunikan
bersifat heterogen bisa diartikan pengguna media itu sangat beragam antara lain
Pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial, status ekonomi, latar belakang
budaya, dan serta agama ataupun kepercayaan. Sedangkan bersifat anonym bisa
diartikan bahwa komunikasinya menggunakan media atau secara tatap muka.
c. Pesan
Bersifat Umum
Pesan
yang disampaikan media massa tetntu nya bersifat umum yang berarti pesan yang
disampaikan tidak boleh secara khusus. Selain itu pesan juga harus di
perhatikan dalam pemilihan kata. Karena dalam komunikasi massa komunikator
harus menggunakan kata populer bukan kata ilmiah dikarenakan apabila
menggunakan kata ilmiah dikhawatirkan ditunjukan untuk kelompok tertentu.
d. Komunikasi
Berlangsung Satu Arah
Komunikator
dalam komunikasi massa tidak dapat dilakukan secara kontak langsung ataupun
tatap muka melainkan melalui media massa, karena komunikator dan komunikan
tidak dapat melakukan dialog secara langsung. Dengan demikian komuniasi massa
bersifat satu arah.
e. Menimbulkan
Keserempakan
Dalam
komunikasi massa pesan itu disampaikan melalui media massa yang bersifat
serempak yang bisa di nikmati dan dicerna oleh semua masyarakat yang menerima
nya secara bersamaan.
f.
Mengandalkan Peralatan Teknis
Peralatan
teknis merupakan suatu sumber utama yang dibutuhkan oleh media massa untuk
menyampaikan pesan terhadap sebuah masyarakat agar bisa di terima secara
bersamaan dan cepat untuk menyampaikan suatu pesan.
Bisa
disimpulkan bahwa karakteristik komunikasi massa bergantung pada peralatan Teknik
dan pesan yang disampaikan oleh komunikator harus menggunakan pemilihan kata
yang populer dan bersifat satu arah jadi unutk umpan balik dalam komunikasi
massa berjalan sangat lambat. Teknologi yang sekarang cukup canggih yang
membantu untuk komunikan agar tetap bisa berkomunikasi dan menjalankan
kehidupan sosial.
4. Proses
Komunikasi Massa
Menurut
McQuail ( 1999 ), proses komuniaksi massa adalah bersifat kompleks, antara lain
:
a) Melakukan
penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi dalam komunikasi massa pesan
didistribusikan kepada masyarakat dalam skala besar.
b) Proses
komunikasi massa cenderung satu arah, dan interaksi antara komunikator dan
komunikan bersifat terbatas.
c) Proses
komunikasi massa bersifat datar atau sementara. Contohnya apabila terjadi
sensasi emosional dapat bersifat sementara dan tidak permanen.
d) Proses
komunikasi bersifat anonym.
e) Proses
komunikasi massa berlangsung didasarkan oleh kebutuhan masyarakat. Yang dapat
diartikan media massa juga ditentukan oleh ranting yaitu ukuran progam
pada jam yang sama diterima oleh sejumalah masyarakat massa.
B. Teori
Komunikasi Massa : Uses and Gratification Theory
1. Awal
Pengenalan Teori Uses and Gratification
Teori ini pertama kali
dikenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz. Teori ini di tekankan kepada
audiens aktif yang memilih media yang harus dipilih untuk memenuhi kebutuhan. Teori
ini juga ditekankan pada pendekatan manusiawi dalam melihat media, yang dapat
diartikan manusia memilki otonomi atau wewenang untuk memperlakukan media.
2. Asumsi
– Asumsi Dasar Teori Uses And Gratification
·
Masyarakat dianggap aktif, maksudnya adalah
penguna dari media massa adalah memiliki tujuan
·
Inisiatif mengaitkan pemuasan adalah salah
satu proses komunikasi massa
·
Media harus mampu bersaing diakrenakan
sebuah masyarakat akan mencari pesan yang luas.
·
Tujuan pemilihan media massa untuk
kepentingan pada situasi tertentu.
·
Media massa harus ditangguhkan sebelum
pesan itu diterima oleh masyarakat.
Pentingnya
dalam penedekatan teori ini adalah bahwa orang – orang bebeda pendapat ataupun
pemikiran menggunakan pesan komunikasi massa yang sama untuk tujuan berbeda.
3. Kebutuhan
Individu terhadap Teori Use And Gratifications
a. Cognitive
needs ( kebutuhan kognitif )
Kebutuhan ini didasarkan
untuk memahami dan menguasai lingkungan serta memuaskan rasa penasaran dan
penyelidikan. Selain itu kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan peneguhan
informasi dan pemahaman lingkungan.
b. Affective
needs ( kebutuhan Afektif )
Kebutuhan ini berkaitan
dengan pengalaman – pengalaman yang estetis serta emosional.
c. Personal
intergrative needs ( kebutuhan pribadi secara integrative
)
kebutuhan yang berkaitan
dengan kepercayaan ataupun kreadibilitas dan status sosial. Hal ini yang
ditimbulkan dari Hasrat akan harga diri.
d. Social
integrative needs ( kebutuhan sosial secara integrative
)
Kebutuhan yang didasari Hasrat
untuk berfiliasi yang berkaitan dengan kontak teman, keluarga maupun dunia.
e. Escapist
needs ( kebutuhan pelepasan )
Kebutuhan yang berkaitan
dengan Hasrat ingin melarikan diri dari kenyataan, kelepasan emosi dan
kebutuhan akan hiburanna.
C. Pemilahan
dan Pengunaan Media dalam Komunikasi Massa
1. Motif
memilih dan mengunakan media
untuk memahami proses
komunikasi massa maka yang diperlukan adalah pemahaman analisis makro dan
analisis mikro ataupun motif memilih media antara lain :
a. Cognition
( pengamatan )
Media adalah alat untuk
memuaskan kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan dan wawasan, selain itu
masyarakat juga menggunakan media sebagai membangkitkan ide.
b. Diversion
( diversi )
Media sebagai sarana riles dan memuaskan
kebutuhan secara emosional.
c. Social
unitality ( kegunaan sosial )
Media sebagai alat untuk mempererat
kontak antara keluarga, teman dan lain sebagainya.
d. Withdraw
( menarik )
Media juga digunakan untuk tidak
melakukan tugas dan untuk menjaga keamanan agar tidak di ikuti campur dengan
orang lain.
e. Linkage
( pertalian )
Media massa dapat di
gunakan untuk mempererat berbagai macam masyarakat berdasarkan perhatian dan
kepetingan Bersama.
2. Motif
Pengunaan Media
Motif atau motivasi
adalah sebuah kata yang memilki arti yang sama hanya saja berbeda pada
penempatan kalimat. Motivasi adalah doronagn seseorang agar bisa melaksanakan
sesuatu. Dorongan adalah desakan alami yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan
hidup.
Berdasarkan definisi
tersebut bisa kita simpulkan bahwa motif jika dihubungkan dengan konsumsi media
berarti segala alas an dan pendorong dalam diri manusia yang menyebabkan
seseorang menggunakan media massa.
3. Efektivitas
Media Televisi dalam Komunikasi Massa
a. Televisi
sebagai Media dari Jaringan Komunikasi Massa
televisi adalah salah
satu sarana media massa dalam komunikasi massa yang memiliki lelebihan dalam
menguasai jarak dan ruang, sasaran yang dicapai untuk mencapai massa yang cukup
besar. Serta nilai dan aktualitas terhadap suatu liputan atau pemberitaan
sangat cepat. Selain itu televisi memilki 3 fungsi pokok yaitu :
1. Fungsi
penenrangan
2. Fungsi
Pendidikan
3. Fungsi
hiburan
b. Efektivitas
Sasaran Komunikasi Massa
Agar pesan yang disampaikan
dapat di terima oleh berbagai masyarakat perlu diperhatikan beberapa factor antara
lain :
1.
Pemirsa
2.
Waktu
3.
Durasi
4.
Metode penanyangan
faktor
ini sangat berpengaruh besar dalam komunikasi massa agar tecapainya pesan bisa
secara bersamaan atau serentak.
c. Televisi
sebagai Media Efektif dalam Komunikasi Massa
Televisi merupakan salah
satu bentuk media massa yang mempunyai daya Tarik yang kuat dikarenakan dalam
media televisi memiliki unsur visual, sound effect yang dapat menimbulkan pengalaman
mendalam bagi pemirsanya.
Adapun ciri ciri media
televisi antara lain :
1.
Berlangsung satu arah
2.
Komunikasi melembaga
3.
Pesan nya bersifat umum
4.
Sasaran nya menimbulkan keserempakan
5.
Komunikasi nya besifat heterogen
D. Efek
Komunikasi Massa dan Dampak Sosial Komunikasi Massa
Efek
ini berkaitan dengan pikiran, nalar atau rasio. Efek hanyalah perubahan
perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa, dengan demikian pesan
komunikasi massa yang disampaikan melalui media massa merupakan suatu sebab
yanh akan mengakibatkan perubahan perilaku manusia yang menerima pesan tersebut.
Media
massa secara langsung akan mempengaruhi pemikiran taupun Tindakan masyarakat. Media
membentuk opini untuk membawakannya perubahan secara signifikan..Secara instan
media massa dapat membentuk kristalisasi opini public untuk melakukan Tindakan tertentu.
Dengan demikian media massa memilki peran yang terpenting dalam kehidupan
sosial dalam sehari – hari. Hal ini disebabkan karena kita mengonsumsi dan
menerima pesan – pesan yang terdapat di media massa.
E. Kesimpulan
Media
massa bertujuan untuk menyampaikan pesan yang dapat menimbulkan efek bagi
kehidupan sosial kita. Efek yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari hanya
memberikan informasi kepada kita hingga mengubah sikap dan perilaku kit asehari
– hari. Efek yang ditimbulkan dapat berdampak negatif ataupun positif. Hal ini
bergantung pada cara kita menyerap dan menyaring informasi atau pesan yang
dismapaikan oleh media massa sehingga kita dapat memilah mana yang baik dan
mana yang buruk.
Media
massa secara pasti mempengaruhi pemikiran dan Tindakan masyarakat. Bukti sederhana
terjadi pada remaja laki- laki yang mengunakan topi seperti yang dipakai actor dalam
satu tayangan komedi televisi. Begitupun akan dicontoh oleh anak anak lainnya .
Budaya,
sosial dan politik dipenagruhi oleh media, media membentuk opini public untuk membawanya
pada perubahan yang signifikan. Kampanye nasional larangan merokok di tempat
umum memilki kekuatan pada pertengahan tahun 1900 -an dengan banjirnya berita
tentang bahaya merokok bagi kesehatann bagi perokok pasif.
SARAN
demikianlah pokok pembahasan artikel yang dapat saya sampaikan, besar harapan saya artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca nya. karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, saya menyadari artikel ini masih jauh dari kata sempurna , oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan. agar artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi . terima kasih dan semoga bermanfaat :)...


Komentar
Posting Komentar